About UID 10 Years of UID UID Program IDEAS SDSN UID-SDSN Award Publication Contact Us

  Learning
  SDSN
  Community Learning Center
  Seminar & Workshop
Community Learning Center Community Development FAN LEARN Eco-Agrotourism Biogas Compost Product

Biogass for Alternative Energy
Beberapa waktu ini kita dipusingkan dengan labilnya kebutuhan akan penggunaan bahan bakar minyak dan gas elpiji untuk keperluan rumah tangga maupun industri dan lain sebagainya. Di sisi lain, dengan meningkatnya kebutuhan tersebut justru persediaan langka di pasaran pada beberaoa tempat di Indonesia. Meskipun Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak dan gas, namun berkurangnya cadangan minyak, penghapusan subsidi yang diterapkan pemerintah menyebabkan harga minyak labil dan kualitas lingkungan menurun akibat penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan. Program konversi minyak tanah ke gas belum serta merta diimbangi oleh persediaan yang cukup, sehingga masih banyak dijumpai antrian para pembeli minyak tanah maupun gas. Kayu, kemudian menjadi alternatif bahan bakar, terutama di kawasan kawasan yang bersinggungan dengan hutan. Sehingga menyebabkan tekanan terhadap hutan perlu mendapat perhatian. Padahal, alam telah menyediakan banyak alternatif energi selain kayu. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan menjadi pilihan.

Salah satu energi terbarukan adalah energi biogas. Community Learning Center (CLC) saat ini telah memanfaatkan energi biogas ini untuk keperluan operasional. Selain untuk kegiatan operasional, kita memanfaatkannya untuk kegiatan edukasi kepada anak anak sekolah dari mulai tingkat taman kanak kanak sampai dengan perguruan tinggi, keluarga, swasta maupun pemerintahan.
Dalam prosesnya, bahan dasar yang dimanfaatkan untuk membentuk biogas ini adalah berasal dari kotoran sapi. Kapasitas yang saat ini telah dibuat adalah untuk kapasitas 4 m3. Setiap harinya kotoran yang harus disiapkan adalah 20 40 kg kemudian dicampur dengan air sebanyak 20 40 liter air, setiap hari nya gas yang dihasilkan adalah 0,8 1,6 m3 . pemanfaatan secara non stop gas yang dihasilkan bisa bertahan selama 4 jam.

Prinsip utama proses pembentukan biogas adalah pengumpulan kotoran ternak ke dalam ttangki kedap udara yang disebut digester. Di dalamnya akan dan difermentasi oleh bakteri. Gas yang dihasilkan tersebut ditampung dalam digester. Terjadinya penumpukan produksi gas akan menimbulkan tekanan sehingga dari tekanan tersebut dapat disambungkan dengan pipa yang dipergunakan untuk keperluan bahan bakar atau pembangkit listrik. Gas yang dihasilkan sangat baik untuk pembakaran karena menghasilkan panas yang tinggi, tidak berbau, dan tidak berasap, serta api yang dihasilkan berwarna biru. Selain itu, pupuk kandang yang dihasilkan dari pembuangan bahan biogas ini akan menaikkan kandungan bahan organik sehingga menjadi pupuk kandang yang baik dan siap pakai.

Dampak positif dari pemanfaatan Biogas antara lain adalah tersedianya energi untuk rumah tangga di desa desa, ketergantungan masyarakat berkurang terhadap bahan energi konvensional (minyak tanah dan elpiji), peningkatan taraf hidup masyarakat, berkurangnya tekanan terhadap ketergantungan penggunaan sumberdaya alam (kayu) sehingga kelestarian tetap dapat terjaga.




Bookmark and Share



  |   About UID   |   10 Years of UID   |   UID Program   |   IDEAS   |   SDSN   |   UID-SDSN Award   |   Publication   |   Contact Us
©2017 United in Diversity